AYAT-AYAT AL-QUR'AN TENTANG AL-HIKMAH


AYAT-AYAT AL-QUR'AN TENTANG AL-HIKMAH 

 


A. Ayat-Ayat al-Qur'an tentang al-Hikmah  

1. Surat al-Baqarah ayat 129  

رََبَّ نََا وَابْعَْثْ فِيهِْمْ رَسُوًلًا منْهُْمْ يَتُُْلو عَلَيْهِْمْ ءَايَاتَِكَ وَيُعَلمُهُُمُ الْكِتَاَبَ وَالْحِكْمََةَ وَيَُزَآِّ يهِْمْ ِإِنَّ َكَ أَْنَْتَ الْعَزِيُزُ الْحَكِيُمُ (١٢٩)

Artinya :  “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. AL-Baqarah : 129)  

2. Surat al-Baqarah ayat 151  

آَمََا أَرْسَلَْنَا فِيكُْمْ رَسُوًلًا مِنْكُْمْ يَتُُْلو عَلَيْكُْمْ ءَايَاتَِنَا وَيَُزَآِّ يكُْمْ وَيُعِّ ََلمكُُمُ الْكِتَاَبَ وَالْحِكْمََةَ وَيُعِّ ََلمُكُْمْ َمَا لَْمْ تَكُوُنُوا تَعْلَمُوَنَ(١٥١)

Artinya :  “Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni`mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS. AL-Baqarah : 151) 

3. Surat al-Baqarah : 231  


وَإِذََا َطَّ َلقْتُُمُ النِّ سَاَءَ فَبَلَغَْنَ أَجَلَُهنَّ  فَأَمْسِكُوُهنَّ  بِمَعْرُوٍفٍ أَْوْ َسَرحُوُهُنَّ  بمعرُوٍفٍ وََلَا تُمْسِكُوُهُنَّ  ضرَاًرًا لتَعتَ ُدُوا وَمَ ْنْ يَفْعَْلْ ذَلَِكَ فَقَْدْ ظَلََمَ نَفْسَُهُ وََلَا َتَتَّ خُِذُوا ءَايَاِتِ اللهِ هُزُوًًا وَاذْآُُرُوا نِعْمََةَ الَّ لِهِ عَليْكُ ْمْ وََمَا أنزََلَ عَليْكُْمْ مِ َنَ الْكِتَاِبِ وَالْحِكْمَِةِ يَعِظُكُْمْ بِِهِ َوَاتَّ ُقُوا الَّ لهَ وَاعْلَُمُوا َأنَّ  الَّ لَهَ بِ ُكُلِّ  شَيٍْءٍ عَلِيٌمٌ(٢٣١)

Artinya :  “Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang ma`ruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma`ruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan ingatlah ni`mat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. AL-Baqarah : 231)  

 


4. Surat al-Baqarah ayat 251  

فهزمُوهُ ْمْ بِإِذْ ِنِ الَّ لهِ وَقَتَ َلَ دَاوُُدُ جَاُلوَتَ وَءَاتَاُهُ الَّ لُهُ الْمُلَْكَ وَالْحِكْمََةَ وََعَّ َلمَُهُ ِمِمَّ ا يَشَاُءُ وَلَوْلََا دَْفُْعُ اللهِ النَّ اَسَ بَعْضَهُْمْ بِبَ ْعٍضٍ لفَسَدَِتِ الأرُْضُ ولَ ِكِنَّ  اللهَ ُذُو فَضْ ٍلٍ عَلََى الْعَالَمِيَنَ(١٥٢)

Artinya :  “Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” (QS. Al-

Baqarah : 251)  

5. Surat al-Imran ayat 48  

وَيُعِّ ََلمُُهُ الكِتَاَبَ وَالْحِكْمََةَ َوَالتَّ وْرَاَةَ وَالْإِنْجِيَلَ(٤٨)

Artinya :  “Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.” (QS. Al-Imran : 48)  

6. Surat al-Imran ayat 81  

وَإِْذْ أخََذَ الَّ لُهُ مِيثَاَقَ النَّ ِبِيِّ يَنَ لََمَا ءَاتَيْتُكُْمْ مِْنْ آِتَاٍبٍ وَحِكْمٍَةٍ ُثُمَّ  جَاءَآُْمْ رَسُوٌلٌ مُصَدِّ ٌقٌ لَِمَا مَعَكُْمْ لَتُؤْمُِنُنَّ  بِِهِ وَلَتَنْصُُرُنَّ ُهُ قَاَلَ ءَأَقْرَرْتُْمْ وَأَخَذْتُْمْ عََلَى ذَلِكُْمْ إِصِْرِي قَاُلوا أَقْرَرَْنَا قَاَلَ فَاشْهَُدُوا وَأَنََا مَعَكُْمْ مَِنَ الشَّ اهِدِيَنَ(٨١)

 

Artinya :  “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".” (QS. Al-

Imran : 81)  

7. Surat al-Imran ayat 164  

لَقَْدْ َمنَّ  الَّ لُهُ عََلَى الْمُؤْمِنِينَ إِْذْ بَعََثَ فِيهِْمْ رَسُوًلًا مِْنْ أَنفُسِهِْمْ يَتُُْلو عَلَيْهِْمْ ءَايَاتِِهِ وَيُزََآِّ يهِْمْ وَيُعِّ ََلمُهُُمُ الْكِتَاَبَ وَالْحِكْمََةَ وَإِ ْنْ آَاُنُوا مِْنْ قَبُْلُ لَِفِي ضَلَاٍلٍ مُبِينٍ(١٦٤)

 

Artinya :  “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Imran : 164)  

8. Surat al-Nissa ayat 54  

أَْمْ يَحْسُدُوَنَ النَّ اَسَ َعَلََى َمَا ءَاتَاهُُمُ الَّ لُهُ مِْنْ فَضْلِِهِ فَقَْدْ ءَاتَيَْنَا ءَاَلَ إِبْرَاهِيَمَ الْكِتَاَبَ وَالحِكْمََةَ وَءَاتَيْنَاهُ ْمْ مُلْكًا عَظِيمًًا(٥٤)

Artinya :  “ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.” 

(QS. An-Nisa’ : 54)  

9. Surat al-Nissa ayat 113  

وَلَوَْلَا فَضُْلُ الَّ لهِ عَلَيَْكَ وَرَحْمَتُُهُ لََهَمَّ ْتْ طَائِفٌَةٌ مِنْهُْمْ أَ ْنْ يُِضلوَكَ وَمََا يُِضُّ ِلوَنَ ِإلا أَنْفُسَهُْمْ وَمََا يَُضُرُّ ونََكَ مِْنْ شَيٍْءٍ وَأَنْزََلَ الَّ لُهُ عَلَيَْكَ الْكِتَاَبَ وَالْحِكْمََةَ وََعلمََكَ َمَا لَْمْ تَكُْنْ تَعْلَُمُ وَآَاَنَ فَضُْلُ الَّ لهِ عَلَيَْكَ عَظِيًمًا(١١٣)

Artinya :  “Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.” (QS> An-Nisa’ : 113)  

10. Surat al-Maa’idah ayat 110  

إِْذْ قَاَلَ الَّ لُهُ يَاعِيَسَى ابَْنَ مَرْيََمَ اذْآُْرْ نِعْمَِتِي عَلَيَْكَ وََعَلى وَالِدَتَِكَ إِْذْ َأَيَّ دْتَُكَ بِرُوِحِ الْقُدُِسِ تَُكِّ َلُمُ النَّ اَسَ ِفِي الْمَهِْدِ وَآَهًْلًا وإِْذْ َعلمتَُكَ الْكتابَ وَالحكْمََةَ َوَالتورَاَةَ والْإنْجيلَ وإِ ْذْ تَخُْلُقُ مَِنَ الطِّ يِنِ آَهَيْئَِةِ الطَّ يِْرِ بِإِذِْنِي فَتَنْفُُخُ فِيهََا فَتَكُوُنُ طَيًْرًا بِإِذِْنِي وَتُبْرُِئُ الأَآْمََهَ وَالأَبرََصَ بإذْنِي وإِ ْذْ تُخْرُِجُ الْمَوْتَى بِإِذِْنِي وإِْذْ آفْفُتُ بَِنِي إِسْرَائِيَلَ عَنَْكَ إِْذْ جِئْتَهُْمْ بِالَْبَيِّ نَاِتِ فَقََاَلَ اَّ لذِيَنَ آَفَُرُوا مِنْهُْمْ إِْنْ هََذَا ِإلا سِحٌْرٌ مُبِيٌنٌ(١١۰)

Artinya :  “(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai `Isa putra Maryam, ingatlah ni`mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata."”(QS> Al-Maidah : 110)  

11. Surat al-Nahl ayat 125  

ادُْعُ إَِلَى سَبِيلِ َرَبِّ َكَ بِالْحِكمَِةِ وَالْمَوْعِظَِةِ الْحَسَنَِةِ وَجَادِلْهُْمْ ِبِالِتِي هَِيَ أَحْسَُنُ ِإنَّ  َرَبَّ َكَ هُ َوَ أعلَُمُ بِمَ ْنْ َضَلَّ  عَ ْنْ سبِيلِِهِ وَهَُوَ أعلَُمُ بِالْمُهْتَدِيَنَ(١٢٥)

Artinya :  “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Nahl : 125)  

12. Surat al-Isra’ ayat 39  

ذَلَِكَ مِمَّ ا أَوَْحَى إِلَيَْكَ َرَبُّ َكَ مَِنَ الْحِكْمَِةِ وََلَا تَجْعَْلْ مََعَ الَّ لهِ إِلًَهًا ءَاخََرَ فَتُلَْقَى فِي جََهَنَّ َمَ مَُلومًا مدحُوًرًا(٣٩)

Artinya :  “Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).” (QS. Al-Isra’ : 39)  

13. Surat al-Luqman ayat 12  

وَلَقَْدْ ءَاتَيَْنَا لقْمَاَنَ الْحِكْمََةَ أَِنِ اشْكُْرْ ِللِهِ وَمَْنْ يَشْكُْرْ فَِإِنَّ َمَا يَشْكُُرُ لنَفْسِِهِ وَمَْنْ آَفََرَ فَِإنَّ  الَّ لهَ غَِنِيٌّ  حَمِيٌدٌ(١٢)

Artinya :  “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".” (QS. Al-

Luqman : 12)  

14. Surat al-Ahzab ayat 34   

وَاذآُرَْنَ َمَا يُتَْلَى فِِي بيُوتُِكُنَّ  مِْنْ ءَايَاِتِ الَّ لهِ وَالحكْمَِةِ ِإنَّ  الَّ لهَ آَاَنَ لَطِيًفًا خَبِيًرًا(٣٤)

Artinya :  “Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Ahzab : 34)  

15. Surat al-Shaad ayat 20  

وَشَدَدَْنا مُلكَُهُ وَءَاتَيْنَاُهُ الْحِكْمََةَ وَفَصَْلَ الْخِطَاِبِ(٢۰)

Artinya :  “Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya 

hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.” 

(QS. Shaad : 20)  

16. Surat al-Zuhruf ayat 63  

وََلمَّ ا جَاَءَ عِيَسَى بِالَْبَيِّ نَاِتِ قَاَلَ قَْدْ جِئْتُكُْمْ بِالْحِكْمَِةِ وَلِأَُبَيِّ َنَ لَكُْمْ بَعَْضَ اَّ لذِِي تَخْتَلِفُوَنَ فِيِهِ َفَاتَّ ُقُوا الَّ لهَ وَأَطِيعُوِنِ(٦٣)

Artinya :  “Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku".” (QS. Az-Zuhruf : 63)  

17. Surat al-Qomar ayat 5  

حِكْمٌَةٌ بَالِغٌَةٌ فََمَا تُغِْنِ النُّ ذُُرُ(٥)

Artinya :  “itulah suatu hikmah yang sempurna maka peringatan-peringatan 

itu tiada berguna (bagi mereka).” (QS. Qomar : 5)  

18. Surat al-Jum’ah ayat 2  

هَُوَ اَّ لذِِي بَعََثَ فِِي الُْأُمِّ يِّ يَنَ رَسُوًلًا مِنْهُْمْ يَتُُْلو عَلَيْهِْمْ ءَايَاتِِهِ وَيَُزآِّ يهِْمْ وَيُعِّ ََلمهُُمُ اْلْكِتَاَبَ وَالْحِكْمََةَ وَإِْنْ آَاُنُوا مِْنْ قَبُْلُ لَفِِي ضَلَاٍلٍ مُبِينٍ(٢)

Artinya :  “Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,” (QS. Al-

Jumu’ah : 2)  

 

B. Penafsiran Para ulama Tafsir  

1. Al-Baqarah ayat 129  

Menurut Ahmad Mushthofa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi bahwa hikmah adalah rahasia-rahasia hukum agama dan maksud syariat agama, Ibnu Duraid mengatakan bahwa hikmah adalah setiap kalimat yang menasehatimu dan mengajak kepada kemuliyaan atau mencegah dirimu dari kejahatan itulah yang di maksud hikmah. 

Menurut A. Hasan dalam kitab tafsir al-Furqan bahwa hikmah berarti kebijaksanaan.   

Imam Jalaluddin as-Syuyuti dalam kitab al-Jalalain Hikmah berarti hukum-hukum yang terdapat dalam al-Qur'an.  Menurut Qurais Syihab bahwa hikmah berarti as-Sunnah atau kebajikan dan kemahiran melaksanakan hal yang mendatangkan manfaat serta menafik mudarot.   

Departemen agama dalam al-Qur'an dan tafsirnya menyatakan bahwa hikmah berarti mengetahui rahasia-rahasia, faedah-faedah, hukum syariat serta maksud dan tujuan diutusnya para rasul agar menjadi contoh yang baik bagi mereka sehingga mereka menempuh jalan yang lurus.   

Menurut Hasbi as-Syidiqy dalam kitab tafsir Annur Hikmah adalah rahasia-rahasia syari’at serta maksud-maksudnya dengan tingkah laku dan pekertinya untuk menjadi panutan dan teladan bagi para mukmin, baik mengenai perkataan maupun perbuatan. 

 

 

2. Al-Baqarah ayat 151  

Menurut Ahmad al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi bahwa hikmah adalah pengetahuan yang disertai dengan berbagai rahasia dan manfaat hukum sehingga dapat mendorong orang untuk mengamalkannya sesuai dengan petunjuk. 

Menurut Hamka dalam tafsir al-Azhar hikmah adalah rahasia-rahasia kehidupan yang dicantumkan di dalam sabda-sabda yang dibawa oleh rasul. 

Menurut Hasbi As-Syidiqy bahwa hikmah adalah ilmu yang disertai oleh rahasia-rahasia hukum dan manfaat yang dapat mendorong kita untuk menggamalkannya.9  

3. Al-Baqarah ayat 231  

Menurut Musthafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi bahwa hikmah adalah rahasia pentasyri’an hukum-hukum dan penjelasan tentang manfaat dan maslahat yang terkandung di dalamnya. 

Menurut Hamka dalam tafsir al-Azhar bahwa hikmah adalah pelajaran-pelajaran yang baik. hikmah dalam ayat ini Qurais Shihab menafsirkan dengan as-Sunnah. 

 

4. Al-Baqarah ayat 251  

Menurut al-Maraghi dalam tafsir al-maraghi bahwa hikmah dalam ayat ini adalah kenabian kepada Nabi Daud diturunkan kitab Zabur sebagai firman Allah.  Menurut Hamka dalam tafsir al-Azhar Hikmah adalah sebuah Zabur atau Mazmur untuk memuja Allah yang penuh dengan kata-kata hikmah.  Sedangkan menurut Hasby as-Shidiqy dalam tafsir Annur bahwa yang dimaksud al-Hikmah adalah dengan kenabian. 

5. Al-Baqarah ayat 269  

Imam Jalaluddin al-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain menafsirkan hikmah dengan ilmu yang berguna yang dapat mendorong kerja dan berkarya.  Sedangkan M. Quraish Shihab menafsirkan dengan pengetahuan tentang baik dan buruk serta kemampuan menerapkan yang baik dan menghindar dari yang buruk. Siapa yang dianugerahi pengetahuan tentang kedua jalan itu maka ia telah mendapatkan hikmah. 

Depag dalam al-Qur'an dan tafsirnya menafsirkan bahwa Allah menganugerahkan hikmah kebijaksanaan serta ilmu pengetahuan kepada siapa yang dikehendakinya diantara hamba-hambanya, sehingga dengan hikmah ilmu itu ia dapat membedakan antara was-was setan dan ilham dari Allah SWT.  

Prof. Hasbi Asshiddiqy dalam tafsirnya an-Nur menafsirkan bahwa Hikmah adalah akal yang merdeka yang sanggup mempelajari sesuatu beserta 

dalilnya dan dapat memahami segala urusan menurut hakekatnya, orang yang mendapatkan anugerah yang demikian itu dapatlah membedakan antara janji Allah dan setan.  

Ayat 269 surat al-Baqarah ini meninggikan kedudukan hikmah yang sangat luas maknanya itu dan menggerakkan kita untuk mempergunakan akal dalam memahami al-Qur'an dan agama.  

Barang siapa ditaufiqkan Allah dengan ilmu yang berguna ini dan diberikan hidayah akal yang sempurna maka berarti telah ditunjuki kepada kebajikan dunia dan akhirat, dia mempergunakan segala kekuasaan yang diberikan Allah kepadanya baik penglihatannya, perasaannya. Untuk hal-hal yang bermanfaat dan senantiasa bersikap sederhana, seimbang tidak melampaui batas dan tidak kurang dari semestinya. 

Sedangkan di dalam tafsir al-Bayan, Hasbi ash-Shiddieqy menafsirkan yang dimaksud dengan hikmah pada ayat ini mema’rifati kebenaran dan mengamalkannya maka makna. “diberikan kepadanya hikmah” ialah diberikan kesanggupan mengetahui kebenaran. 

Muhammad Jalaluddin al-Qasimi dalam kitab tafsirnya al-Qasimi menafsirkan al-Hikmah ialah memperkuat (memperdalam) ilmu dan amal, dan dalam ibarat yang lain mengetahui kebenaran dan mengamalkannya. Karena dengan hikmah dia bisa mengatur dua urusan (dunia dan akhirat) dan menjelaskan makna yang tersembunyi.   

Imam Ibnu Al-Qayyim dalam kitab tafsir al-Qayyim menafsirkan alHikmah berarti kenabian. Dan dalam kitab ini juga disebutkan beberapa makna hikmah yang diantaranya.  

a. Menurut Ibnu Abbas al-Hikmah dalam surat al-Baqarah ayat 269 adalah ilmu al-Qur'an.  

b. Menurut Mujahid al-Hikmah dalam surat al-Baqarah ayat 269 adalah qur’an dan ilmu dan fiqh.  

c. Riwayat lain menyatakan bahwa al-Hikmah dalam surat al-Baqarah ayat 269 adalah benar dalam ucapan dan perbuatan.  

d. Menurut nakha’I al-Hikmah dalam surat al-Baqarah ayat 269 adalah pengertian sesuatu dan pemahamannya.  

e. Menurut Hasan al-Hikmah dalam surat al-Baqarah ayat 269 adalah kewiraan dalam agama Allah SWT.  

Hikmah yang disebutkan bersamaan dengan kitab berarti sunnah  

a. Menurut Syafi’I al-Hikmah dalam surat al-Baqarah ayat 269 adalah kepastian dengan wahyu.  

b. Menurut Malik al-Hikmah dalam surat al-Baqarah ayat 269 adalah pengetahuan tentang kebenaran dan mengamalkannya dan kebenaran 

dalam ucapan dan perbuatan.22 

Menurut Muhammad Abduh dalam kitab Tafsir al-Qur'an al-Hakim  bahwa al-Hikmah adalah ilmu yang benar yang menggerakkan keinginan yang bermanfaat yaitu kepada kebaikan. 

Al-Fakhr al-Razi dalam kitab tafsir al-Kabir menafsirkan al-Hikmah dengan beberapa pengertian, diantaranya :  

a. Nasehat-nasehat al-Qur'an  

b. Kefahaman dan ilmu  

c. Kenabian  

d. Al-Qur'an dan keajaiban-keajaiban yang tersembunyi di dalamnya.  

AL-Sayyid Mahmud al-Alusi dalam dalam kitab Ruh al-Ma’ani menafsirkan al-Hikmah dalam ayat ini dengan beberapa ulama tafsir yang diantaranya Ibnu Jarir dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud dengan hikmah yaitu mengetahui al-Qur'an tentang naskh dan mansukhnya, mutasyabihat dan muhtamahnya, ayat yang didahulukan dan diakhirkan, halal dan  haramnya dan beberapa tamsilnya.  

Dan dalam riwayat lain yang dimaksud dengan hikmah adalah faqih 

(faham) tentang al-Qur'an.  

Abu Utsman berkata bahwa hikmah adalah nur atau cahaya yang dapat membedakan antara bisikan dan ilham. Selain itu ada yang mengatakan dalam kitab Bahaar bahwa hikmah terdapat 29 pendapat bagi ahli ilmu sebagian mendekati m akna dan yang lain hanya istilah dan ringkasan atau pendapat seseorang. Yang penting tentang hikmah atau yang dimaksud dengan hikmah adalah sumber hukum antara pendalaman ilmu, pekerjaan atau perkataan atau semuanya.   

Menurut al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi hikmah adalah ilmu yang bermanfaat yang membekas dalam diri yang bersangkutan. Sehingga ilmu mengharapkan kehendak empunya untuk mengamalkan apa yang telah 

dianjurkan, yang hal ini akan membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat.  

Allah SWT memberi hikmah dan ilmu yang bermanfaat, dan menjiwai kepada siapa saja yang dikehendaki Allah. Dengan demikian ia dapat membedakan antara hakekat dan ulasan, disamping mudah mengetahui antara godaan dan ilham.  

Sarana yang bisa menampung hikmah ini, adalah akal yang mampu memberi keputusan dalam menelusuri segala sesuatu dengan berbagai argumentasi, disamping menyelidiki hakekatnya secara bebas. Siapa saja yang telah dianugerahi akal seperti ini, maka ia akan mampu membedakan antara janji Allah dan ancaman setan.  

Ayat 269 surah al-Baqarah ini menjunjung tinggi tentang hikmah dengan memberinya pengertian yang sangat luas. Bahkan, ayat ini juga memberi petunjuk agar menggunakan akal, yang merupakan perangkat manusia yang paling mulia.   

Menurut Ibnu Katsir dalam tafsir al-Qur’anul Adhim, hikmah ini ialah yang dikatakan oleh jumhur ulama, yaitu bahwa hikmah itu tidak khusus menyangkut kenabian saja, melainkan pengertian hikmah lebih umum dari itu, dan memang yang paling tinggi adalah kenabian, kerasulan lebih khusus lagi, tetapi pengikut para Nabi memperoleh bagian dari kebaikan ini berkat mengikutinya.   

HAMKA dalam tafsir al-Azhar menafsirkan al-Hikmah dalam ayat ini bahwa hikmah lebih luas lagi dari pada ilmu, bahkan ujung daripada ilmu adalah permulaan hikmah. Hikmah boleh juga diartikan mengetahui yang tersirat di belakang yang tersurat, menilik yang ghaib dari melihat yang nyata, mengetahui akan kepastian ujung karena telah melihat pangkalnya.  

Syaikh Muhammad Abdduh sebagai salah seorang ulama yang hidup pada permulaan zaman modern, yang telah banyak membaca buku-buku dari ahli-ahli fakir, secara luas menafsirkan tentang hikmah. Bahwasannya hikmah itu adalah ilmu yang sah yang dapat dipertanggungjawabkan yang telah sangat mendalam pengaruhnya dalam diri sendiri.  

Allah memberikan hikmah kepada siapa saja yang dikehendakinya : 

artinya ialah diberi alat budi itu, diantara makhluk ini, hanyalah manusia saja. 

Maka akal yang cerdas itu adalah alat yang seampuh-ampuhnya untuk memperdalam ilmu yang sejati dengan keragu-raguan dan sangka. Akal adalah alat penimbang, penyisikan diantara agak-agaka dengan kesimpulan yang benar.  

Allah berfirman, “Dan barangsiapa yang diberi hikmah, maka sesungguhnya ia telah diberi kekayaan yang banyak” ayat ini menunjukkan bahwasannya kekayaan yang sejati ialah hikmah yang diberi Allah. Kecerdasan akal, keluasan ilmu, ketinggian budi, kesanggupan menyesuaikan diri dengan masyarakat, itulah kekayaan yang banyak.   

6. Ali Imran ayat 48  

Dalam kitab tafsir al-Maraghi dikatakan bahwa hikmah adalah ilmu yang benar yang membangkitkan kemauan untuk melakukan amal yang bermanfaat, dan mengikat diri si pengamal pada jalan lurus karena pandangannya yang tajam terhadap hukum dan syari’at agama.   

Sedangkan Hamka dalam tafsir al-Azhar mengatakan kebijaksanaan dan akal budi yang luas dan jauh pandangannya.  Sementara Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah menyatakan kemampuan memahami dan 

melaksanakannya sesuatu yang benar yang sesuai, wajar dan tepat.   

Depag dalam al-Qur'an dan tafsirnya menafsirkan hikmah dalam ayat ini juga diartikan dengan ilmu yang benar yang menggerakkan kemauan seseorang untuk mengerjakan amal-amal yang bermanfaat.  Sedangkan Hasbi Ash-Shiddieqy menyatakan bahwa hikmah dalam ayat ini ditafsirkan dengan sopan santun.   

7. Al-Imran ayat 81  

Menurut M. Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah bahwa al-Hikmah yakni ajaran-ajaran agama yang diwahyukan dan tidak tercantumkan dalam kitab suci.  Depag dalam al-Qur'an dan tafsirnya menyatakan bahwa al-

Hikmah juga diartikan dengan Mukjizat yang diberikan Allah kepada Rasul-

Nya. 

 

8. Ali-Imran ayat 164  

Ahmad Mushtafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi mengatakan bahwa al-Hikmah adalah Hadits atau Sunnah Nabi SAW, membimbing mereka memahami segala sesuatu dan mengetahui rahasia-rahasianya dan memahami hukum-hukumnya.   

M. Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah menyatakan bahwa al-

Hikmah dalam ayat ini adalah kebajikan kemahiran melaksanakan hal-hal 

yang mendatangkan manfaat serta menampilkan mudorat.  Hasbi Ash-

Shiddieqy dalam tafsir al-Bayan menafsiri al-Hikmah dalam ayat ini dengan as-Sunnah sebagai penjelas terhadap al-Qur'an.  Sedangkan Hamka dalam tafsir al-Azhar menyatakan bahwa Hikmah adalah kesanggupan memandang jauh-jauh, menilik yang tersirat dibalik sesuatu yang tersurat, dan yang menjadi puncak segala hikmah itu ialah takut kepada Allah.   

9. An-Nisa ayat 54  

Ahmad Mushtafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi menafsirkan alHikmah dalam ayat ini dengan pengetahuan tentang rahasia-rahasia yang tersimpan dalam syariah.  Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam tafsir Jalalain menyatakan bahwa dalam ayat ini hikmah ditafsirkan dengan kenabian. 

Adapun M. Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah menyatakan dengan pengetahuan yang benar serta kemampuannya.  Dan Ibnu Katsir menafsirkan dengan sunnah-sunnah rasul.   

10. Al-Nisa’ ayat 113  

Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi menyatakan bahwa al-Hikmah dalam ayat ini adalah pemahaman terhadap maksud dan rahasia agama serta segi kecocokannya dengan fitrah dan kesesuaiannya dengan sunnah-sunnah dan maslahat manusia disetiap masa dan tempat.  M. Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah menafsirkan dengan kemampuan pemahaman dan pengamalannya agar dapat diteladani umat.  A. Hasan dalam tafsir al-Furqan dalam ayat ini al-Hikmah diartikan dengan as-Sunnah dan kebijaksanaan.  Sedangkan Hasbi Ash-Shiddieqy dalam tafsir al-Bayan mengartikan hikmah dengan penjelasan terhadap ayat-ayat al-Qur'an. 

11. Al-Maidah ayat 110  

Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi menyatakan  ilmu yang benar yang memotifisir manusia untuk melakukan perbuatan yang berguna disertai dengan pemahaman mengenai rahasia-rahasia apa yang dilakukannya.  Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah menyatakan bahwa alHikmah adalah pengamalan yang tepat lagi bijaksana berdasarkan 

pengetahuan yang benar.   

Ibnu Katsir dalam tafsir al-Qur'an al-Adhim mengatakan bahwa hikmah adalah pemahaman tentang agama.  Sedangkan ash-Shidiqey menyatakan ilmu pengetahuan yang tertulis dan yang berguna.51  

Prof. Dr. Hamka dalam tafsir al-Azhar menafsirkan al-Hikmah dengan pengajaran-pengajaran atau pengetahuan tersembunyi yang didapat dari kecerdasan akal manusia.   

12. An-Nahl ayat 125  

Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi menafsirkan bahwa al-Hikmah dalam ayat ini adalah perkataan yang kamu sertai dengan 

dalil-dalil yang menjelaskan kebenaran dan menghilangkan 

kesalahpahaman.  M. Quraish  Shihab menafsirkan bahwa al-Hikmah dalam ayat ini berarti yang paling utama dari segala sesuatu, baik pengetahuan maupun perbuatan, dia adalah pengetahuan atau tindakan yang bebas dari kesalahan dan kekeliruan. Dia juga mengartikan dengan sesuatu yang bila digunakan atau diperhatikan akan mendatangkan kemaslahatan dan kemudahan yang besar atau lebih besar serta menghalanginya dari kesulitan yang besar.  

Thahir Ibn Asyur menggarisbawahi bahwa hikmah adalah nama himpunan segala ucapan atau pengetahuan yang  mengarah kepada perbaikan keadaan dan kepercayaan manusia secara bersinambung.  

Thabathabai mengutip ar-Raghib al-Asfahani yang mengatakan secara singkat bahwa al-Hikmah adalah sesuatu yang mengenai kebenaran berdasarkan ilmu dan akal. Dengan demikian menurut Thabathabai hikmah adalah argumen yang menghasilkan kebenaran yang tidak diragukan, tidak mengandung kelemahan tidak juga kekaburan.   

Depag dalam al-Qur'an dan tafsirnya menafsirkan bahwa al-Hikmah dalam ayat ini adalah :  

a. Pengetahuan tentang rahasia dan faedah segala sesuatu dengan 

pengetahuan itu. Sesuatu dapat diyakini keadaannya.  

b. Berarti perkataan yang tepat dan benar yang menjadi dalil untuk menjelaskan mana yang hak dan mana yang syubhat.  

c. Kenabian mengetahui hukum-hukum al-Qur'an, paham al-Qur'an, paham agama, takut kepada Allah, benar perkataan dan perbuatan.  

Arti yang paling tepat dan dekat dengan kebenaran ialah arti yang pertama yaitu pengetahuan tentang rahasia dan faedah sesuatu yang mana pengetahuan itu memberi manfaat. 

Prof. DR. Hamka dalam tafsir al-Azhar, al-Hikmah diartikan dengan secara bijaksana akal budi yang mulia, dada yang lapang dan hati yang bersih yang menarik perhatian orang kepada agama atau kepada kepercayaan kepada 

Allah. 

13. Al-Isro’ ayat 39  

Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi mengatakan bahwa al-Hikmah adalah mengenal Tuhan yang Maha benar dan mengenal kebaikan untuk mengamalkannya.  Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam tafsir 

Jalalin menafsirkan hikmah dengan pelajaran-pelajaran yang bermanfaat.  Sedangkan M. Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah mengartikan hikmah dengan keuntungan yang baik atau pelajaran yang baik.59  

Depag dalam al-Qur'an dan tafsirnya menafsirkan al-Hikmah dalam ayat ini juga berarti peraturan-peraturan agama bila ditaati akan membimbing manusia kepada kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan akhirat.  Hasbi As-Shiddieqy dalam tafsir al-Bayan mengartikan dengan sesuatu yang dipandang sah oleh akal dan tidak berakal. 

14. Luqman ayat 12  

Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi mengatakan bahwa al-Hikmah dalam ayat ini adalah kebijaksanaan dan kecerdikan dalam perkataan atau tindakan.  Ada yang menafsiri dengan perasaan yang halus, akal pikiran dan pengetahuan yang dengan itu ia telah sampai kepada pengetahuan yang hakiki dan jalan yang benar yang dapat menyampaikannya kepada kebahagiaan yang abadi. 

Prof. DR. Hamka dalam tafsir al-Azhar menerangkan bahwa orang yang mendapat hikmah adalah orang yang telah diberi Taufiq oleh Allah sehingga perbuatannya dengan sesuai pengetahuannya atau amalnya dengan ilmunya.  M. Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah menafsirkan seseorang yang memiliki hikmah harus yakin sepenuhnya tentang pengetahuan dan tindakan yang diambilnya, sehingga dia akan tampil penuh dengan percaya 

diri.  

Imam Al-Ghozali memahami kata hikmah dalam arti pengetahuan tentang sesuatu yang paling utama. Ilmu yang paling utama dan wujud yang paling agung adalah Allah SWT.   

15. Al-Ahzab ayat 34  

Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi mengatakan bahwa al-Hikmah dalam ayat ini adalah as-Sunnah dan hadits rasulullah.  Hamka dalam tafsir al-Azhar menafsirkan hikmah dengan ucapan rasulullah SAW sendiri, fatwa beliau, nasehat beliau, tamsil ibarat dan perumpamaan beliau.  M. Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah mengatakan bahwa kata hikmah pada ayat ini diperselisihkan oleh ulama ada yang memahaminya dalam arti sunah  Nabi, ada juga yang memahaminya dalam arti umum mencakup segala macam ilmu amaliah dan amal ilmiyah, dan ada lagi mempersempit maknanya sehingga hanya mencakup pesan-pesan, hukum agama yang secara khusus terdapat dalam al-Qur'an.   

Depag dalam al-Qur'an dan tafsirnya menyatakan bahwa ada juga yang mengartikan dengan Sunnah Nabi yang oleh mereka disampaikan kepada orang lain, apa yang mereka saksikan tentang kehidupan Nabi dalam lingkungan rumah tangga atau hubungannya dengan syariat Islam.  

 

16. As-Shaad ayat 20  

Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi mengatakan bahwa al-Hikmah adalah ketetapan pada kebenaran dalam berbicara dan bekerja.  Prof. DR. Hamka dalam tafsir al-Azhar mengatakan hikmah adalah kebijaksanaan taktik dan teknik pemerintah sehingga rakyat yang beliau perintah dapat terlaksanakan keamanannya.   

M. Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah mengatakan kata hikmah yang dimaksud disini dipahami oleh sementara ulama dalam arti kenabian, kata al-Hikmah sendiri diuraikan maknanya oleh banyak ulama dengan uraian berbeda-beda. Al-Biqoi memahaminya dalam arti ilmu amaliyah dan ilmu ilmiyah, ia adalah ilmu yang tepat yang didukung dengan ilmu. 

17. Az-Zuhruf ayat 63  

Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi mengatakan bahwa al-Hikmah adalah syariat-syariat yang rapi tak bisa ditolak maupun dihilangkan.  A. Hasan dalam al-Furqan menyatakan bahwa al-Hikmah adalah Kenabian, hukum-hukum agama dan Injil.  Prof. Dr. Hamka dalam tafsir al-Azhar mengatakan bahwa al-Hikmah dalam ayat ini berarti menerangkan rahasia-rahasia hidup ini kepada umat agar dijadikan perbandingan.  Sedangkan Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah mengatakan  kata al-Hikmah yakni ilmu amaliyah dan amal ilmiyah antara lain apa yang tercantum dalam kitab Taurat dan Injil.   

18. Al-Qamar ayat 5  

Al-Hikmah dalam ayat ini oleh Musthafa al-Maraghi dalam tafsir alMaraghi diartikan dengan berita-berita yang dibawa oleh para Nabi dan rasul.  Al-Hasan dalam tafsir al-Furqan mengatakan bahwa sebagian ulama ada yang menafsirkan hikmah dalam ayat ini dengan kebijaksanaan.  Depag dalam al-Qur'an dan tafsirnya, hikmah diartikan dengan pelajaran yang sangat tinggi nilainya dalam memberikan petunjuknya bagi manusia kepada jalan yang benar.   

19. Al-Jum’ah ayat 2  

Depag dalam al-Qur'an dan tafsirnya mengatakan bahwa dalam ayat ini al-Hikmah ditafsirkan dengan kebijaksanaan dan as-Sunnah.  Sedangkan Prof. Dr. Hamka dalam tafsir al-Azhar mengatakan bahwa al-Hikmah dalam ayat ini adalah sunnah rasul, yaitu contoh dan teladan yang dilakukan beliau dalam pelaksanaan al-Kitab sebagian lagi menyatakan bahwa al-Hikmah adalah arti dan rahasia dari perintah dan larangan. 


Semoga bermanfaat.





Posting Komentar

semoga bermanfaat

Lebih baru Lebih lama